Artikel ini adalah catatan mengenai teori dasar listrik dan elektronika, khususnya tentang arus listrik. Ada alasan mengapa saya menulis ini, yaitu karena keunikan dari sebuah teori yang berlawanan dengan fakta namun masih digunakan dan tetap relevan sampai saat ini. Saya pernah berdebat dengan teman tentang hal ini, kemudian ditengahi oleh seorang guru yang menjelaskan bahwa kedua teori tersebut adalah benar. Hal ini sempat membingungkan saya, bagaimana bisa? Teori yang saya maksud adalah teori arus listrik konvensional, yang menyatakan bahwa arus listrik mengalir dari kutub positif ke kutub negatif. Ternyata teori ini didasarkan pada asumsi dari pengamatan para ilmuwan di abad ke-18. Pada faktanya teori ini berlawanan dengan teori terbaru tentang arus listrik yang ditemukan di akhir abad ke-19, menyatakan bahwa arus listrik yang mengalir adalah partikel-partikel yang dinamakan elektron bergerak dari kutub negatif ke kutub positif.
Langganan:
Komentar (Atom)
Popular Posts
-
Istilah seperti NO (Normally Open), NC (Normally Close), Open, Close, ON, dan OFF sering muncul ketika membahas sistem pensakelaran (switchi...
-
Postingan kali ini adalah catatan tentang bagaimana menggunakan transistor sebagai switching atau pen-saklaran. Fungsi utama transistor sebe...
-
1. Apa itu resistor? Secara bahasa, "resistor" berasal dari kata "resist" yang berarti menghambat atau menahan, dan akhi...
